Fri. Aug 12th, 2022

Akupuntur untuk nyeri pinggang di larangan, Tangerang

ByARAmedika

Jun 16, 2020 , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Akupuntur di larangan, Tangerang, Dalam artikel kali ini kita akan menginformasikan mengenai klinik akupunktur yang ada di larangan, Tangerang.

Nyeri menurut IASP 1979 (internasional for the study of pain) adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan atau yang cenderung merusak jaringan, nyeri bersifat subjektif baik berupa sensasi atau emosi yang dirasakan penderitanya sehingga akan sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan bagi penderitanya. Nyeri pinggang adalah suatu sensasi tajam atau mengentak yang dirasakan antara bagian bawah iga dengan lipat bokong, dengan atau tanpa nyeri atau defisit neuromotorik pada distribusi radiks saraf lumbosakralis. 90% nyeri pinggang dikarenakan gangguan vertebra lumbosakral. (Mark et al., 2001). Nyeri pinggang dialami kira kira 85% individu pada suatu waktu dalam kehidupan aktif mereka  (Mark et al., 2001), nyeri pinggang merupakan keluhan nomor dua di dunia paling banyak setelah pilek (Nugroho, 2010). Perkiraan tiap satu tahun seorang akan mengalami satu kali periode nyeri pinggang, di fasilitas kesehatan atau klinik angka kejadian nyeri pinggang berkisar 54% – 90% setiap tahunnya (Hoy, 2010).  Banyak faktor resiko yang berhubungan dengan nyeri pinggang yaitu usia, jenis kelamin, porsi kerja, aktivitas fisik, dan tempat kerja (Andini F, 2015).

Angka kejadian pada orang dewasa 39,7 – 60% (Samara, 2004). Berdasarkan laporan goetzel et al (2015) Prevalensi nyeri pinggang di salah satu perusahaan Amerika didapatkan hasil 15% pada survey terakhir tahun 2012. Sedangkan ditemukan kejadian kasus baru nyeri pinggang 72% dan 73% pada tahun 2011 dan 2012, di Indonesia nyeri pinggang banyak ditemukan pada pekerja di delapan kota Indonesia dengan prevalensi nyeri pinggang 72,2%, kaki 69,4%, tungkai 64%, bahu 47,2%, dan leher 41,7%. (Nusbaum, 2015). Untuk prevalensi nyeri pinggang yang ada di jawa tengah berkisar angka 40% dengan penderita pria sebanyak 18,2% dan wanita berkisar 13,6%. (Purnamasari 2010). Banyak faktor resiko yang berhubungan dengan nyeri pinggang yaitu usia, jenis kelamin, porsi kerja, aktivitas fisik, dan tempat kerja (Andini F, 2015). Faktor resiko yang akan timbul apabila tidak ditangani akan menyebabkan keterbatasan aktivitas sehari-hari karena adanya nyeri ketika melakukan pergerakan atau mobilisasi (Noor, 2012)

Akupuntur untuk nyeri pinggang di larangan, Tangerang. Penanganan nyeri pinggang dapat dilakukan dengan pengobatan obat farmakologi ataupun non farmalogik. Intervensi non farmakologik yang efektif untuk mengatasi nyeri pinggang bisa menggunakan perubahan sikap, rajin berolahraga, fisioterapi, akupunktur, dan pijat. (Adams, 2010). Penerapan akupunktur sebagai metode penghilang nyeri berdasarkan berbagai konsep, diantaranya teori endorfin, teori sistem saraf otonom, teori neurotransmitter, dan teori Gate Control. Penggunaan akupunktur sebagai terapi penghilang nyeri sudah dilakukan sejak 4700 tahun yang lalu. Akupunktur dapat digunakan untuk menghilangkan nyeri umum akibat luka dan nyeri akibat gangguan muskoskeletal, seperti nyeri leher dan nyeri pinggang (Wijaya, 2013

Mekanisme Akupunktur untuk menyembuhkan Nyeri Pinggang

Akupunktur sebagai bagian dari keterapian fisik mempunyai peranan penting dalam menghilangkan atau mengurangi nyeri dan spasme otot pada daerah pinggang dan dapat dimanfaatkan sebagai terapi komplemen bersama dengan terapi utama lain seperti fisioterapi dan medikamentosa. Mekanisme menghilangkan nyeri atau mengurangi nyeri pada penderita nyeri pinggang dengan akupunktur dapat dijelaskan baik secara neural maupun non neural dan setiap mekanisme tergantung pada tipe stimulus dan lokasi rangsangan. Salah satu rangsangan penghilang nyeri yaitu analgesia segmental, dimana analgesia segmental ini berhubungan dengan segmen spinal, analgesia segmental adalah mekanisme non opioid. Analgesia akupunktur pada daerah pinggang adalah tipe segmental, oleh karena itu perlu dilakukan langsung pada setinggi segemental dan memanfatkan meridian kandung kencing yang sejajar dengan garis meridian tepat pada otot paraspinal dorsalis dan terletak pada vertebra lumbalis. Dapat juga menggunakan cara tradisional yaitu dengan rangsangan titik akupunktur yang ada di pinggang. Mekanisme lainnya yang dapat digunakan yaitu adalah intra muscular stimulation dengan mencari titik segmental yaitu titik motorik otot pada musculus tendineous junction dan biasanya dengan perabaan akan ditemukan titik spasme (tender point). Mekanisme lain dengan penggunaan titik trigger atau dalam Bahasa akupunktur disebut dengan titik ahsi point, diperlukan ketelitian dalam mencari pada titik yang terdapat spasme. (Saputra dan Sudirman, 2009).

Akupuntur nyeri pinggang di larangan, tangerang

Akupunktur untuk mengatasi nyeri pinggang sudah banyak dilakukan, akupunktur terbukti memiliki efektifitas yang berpengaruh pada nyeri pinggang serta memiliki hasil signifikan dalam mengatasi masalah nyeri pinggang (Comacio et al., 2015). Dalam penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti memiliki perbedaan dengan penelitian sebelum-sebelumnya, khususnya dalam penggunaan titik dan banyaknya titik yang digunakan, dimana dalam penelitian sebelumnya banyak peneliti yang menggunakan kombinasi titik yang terfokuskan pada titik lokal untuk mengatasi masalah nyeri pinggang dan memiliki efek yang sangat baik, sehingga peneliti tertarik untuk membuktikan apakah dengan penggunaan titik kombinasi lokal dan distal dapat memberikan pengaruh dalam menurunkan derajat nyeri pinggang. Begitulan penjabaran mengenai akupunktur untuk nyeri pinggang. Apabila anda dan keluarga membutuhkan pelayanan akupunktur dapat kontak kami di 082323357511. Akupuntur untuk nyeri pinggang di larangan, Tangerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hai Sobat Sehat
Ada yang bisa kami bantu?
Hubungi kami